Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bekasi terus menggencarkan sosialisasi pencegahan bullying di lingkungan sekolah sebagai upaya menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak.
BEKASI, CyberSatu - Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bekasi terus menggencarkan sosialisasi pencegahan bullying di lingkungan sekolah sebagai upaya menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak.
Sosialisasi anti-bullying tersebut berlangsung di SDN Sukajaya 01, Kabupaten Bekasi, Selasa (15/9). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya masif KPAD Kabupaten Bekasi dalam meningkatkan kesadaran siswa, tenaga pendidik, serta lingkungan sekolah terhadap bahaya perundungan.
Ketua KPAD Kabupaten Bekasi, Romdoni Sugianto Hasan, menegaskan bahwa persoalan bullying tidak boleh dianggap sebagai candaan atau kenakalan biasa. Menurutnya, perundungan dapat memberikan dampak terhadap kondisi psikologis dan perkembangan anak.
“Bullying bukan sekadar bercanda. Kita harus bersama-sama mencegahnya sejak dini agar anak-anak dapat belajar dengan aman, nyaman, dan tanpa rasa takut,” ujar Romdoni dalam kegiatan tersebut.
Ia mengatakan, pencegahan bullying membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari siswa, guru, orang tua hingga masyarakat. Sekolah juga diharapkan mampu menjadi tempat yang memberikan perlindungan sekaligus ruang bagi anak untuk berkembang secara positif.
Romdoni menambahkan, edukasi kepada anak perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mereka mampu memahami bentuk-bentuk bullying, baik secara verbal, fisik maupun melalui tindakan sosial yang dapat merugikan teman sebaya.
“Anak-anak harus diajarkan untuk saling menghargai, tidak merendahkan teman, dan berani melapor apabila melihat atau mengalami tindakan perundungan,” katanya.
KPAD Kabupaten Bekasi, lanjutnya, akan terus mendorong kegiatan edukasi dan sosialisasi serupa di berbagai satuan pendidikan. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun budaya sekolah yang mengedepankan penghormatan terhadap hak anak.
Dengan sosialisasi yang dilakukan secara masif dan berkesinambungan, KPAD berharap tercipta lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga mampu memberikan rasa aman serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Sekolah harus menjadi tempat anak merasa aman, dihargai dan didukung untuk berkembang. Karena itu, pencegahan bullying harus menjadi tanggung jawab kita bersama,” tutupnya.
Red
