Salat Idul Adha di Masjid Nurul Huda Cibitung, Khotib Ajak Jemaah Perkuat Ketundukan kepada Allah

Salat Idul Adha di Masjid Nurul Huda Cibitung, Khotib Ajak Jemaah Perkuat Ketundukan kepada Allah

Minggu, 31 Mei 2026

 

KHIDMAT: Ratusan jamaah memadati Masjid Nurul Huda, Kampung Selang Bulak, Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, dalam pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 Hijriah pada Rabu (27/05).


BEKASI, CyberSatu Ratusan jamaah memadati Masjid Nurul Huda, Kampung Selang Bulak, Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, dalam pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 Hijriah pada Rabu (27/05). Suasana ibadah berlangsung khidmat dengan diikuti warga dari berbagai kampung di Desa Wanajaya.

Salat Idul Adha tersebut dipimpin oleh Imam KH Khoeruddin Nawawi, sementara khutbah Idul Adha disampaikan KH Abdullah Nawawi Al-Aziz. Selain pelaksanaan salat Id, panitia kurban Masjid Nurul Huda juga melaksanakan penyembelihan hewan kurban sebanyak tiga ekor sapi dan 15 ekor kambing.

Dalam khutbahnya, KH Abdullah Nawawi Al-Aziz menyampaikan bahwa Idul Adha menjadi momentum memperkuat nilai ketundukan dan kepasrahan kepada Allah SWT. Menurutnya, ibadah tidak hanya sebatas menjalankan syariat secara lahiriah, tetapi juga menghadirkan nilai penghambaan yang tulus kepada Allah SWT.

“Jangan sampai kita beribadah tanpa roh. Maka hidupkan roh ibadah itu dengan nilai ubudiyah, tundukkan kepala kita dan pasrahkan seluruh urusan hanya kepada Allah SWT,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia menjelaskan, Islam sebagai agama yang sempurna dan universal mengajarkan manusia untuk tunduk terhadap seluruh perintah Allah SWT. Ketundukan tersebut, kata dia, menjadi inti dari setiap ibadah yang dijalankan umat Islam.

KH Abdullah juga mengingatkan pentingnya tawakal dan kepasrahan dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, segala sesuatu yang terjadi berasal dari Allah SWT dan mengandung nilai kebaikan bagi hamba-Nya.

“Orang yang pasrah kepada Allah tidak lagi menggantungkan hidupnya kepada makhluk, karena dia yakin semua datang dari Allah dan seluruh yang datang dari Allah adalah kebaikan,” katanya.

Dalam penjelasannya mengenai makna kurban, ia menyebut ibadah kurban merupakan simbol pengorbanan, ketundukan, serta upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Penyembelihan hewan kurban bukan sekadar ritual, tetapi bentuk penghambaan dan kepatuhan kepada perintah Allah.

“Kurban adalah jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mengalirkan darah hewan kurban menjadi simbol perjuangan dan penyerahan diri seorang hamba kepada Tuhannya,” ucapnya.

Selain itu, KH Abdullah Nawawi Al-Aziz turut mengajak jamaah memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui lima hal, yakni ilmu, memperbanyak zikir, musyawarah atau konsultasi kepada ulama, berkumpul dalam majelis ilmu, serta mujahadah melawan hawa nafsu.Ia menegaskan bahwa ilmu menjadi fondasi utama dalam menjalankan amal ibadah.

“Bagaimana mungkin seseorang dapat beramal dengan benar tanpa ilmu. Ilmu adalah dasar dari seluruh amal,” tuturnya.

Menutup khutbahnya, KH Abdullah berharap momentum Idul Adha dapat menjadikan umat Islam sebagai hamba yang semakin dekat kepada Allah SWT serta mampu menghadapi berbagai ujian kehidupan dengan kesabaran dan keimanan.

“Semoga Allah SWT menjadikan kita sebagai hamba-Nya yang beriman, sabar atas segala ujian, dan senantiasa mampu mendekatkan diri kepada Allah SWT,” pungkasnya.

Red