DWP Mengajar, Tanamkan Budi Pekerti dan Cegah Perundungan

DWP Mengajar, Tanamkan Budi Pekerti dan Cegah Perundungan

Selasa, 04 Agustus 2026

 


BEKASI, CyberSatu – Penanaman nilai budi pekerti dan pencegahan perundungan (bullying) sejak usia dini menjadi fokus dalam kegiatan DWP Mengajar bertema "Budi Pekerti dan Antibullying (Saling Menyayangi Teman)" yang digelar di SDN Telajung 04, Desa Telajung, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, pada Selasa (04/08).

Kegiatan tersebut menghadirkan Kasubag Tata Usaha UPTD Puskesmas Danau Indah, Lilis Sri Mulyati, sebagai narasumber untuk memberikan edukasi kepada para siswa mengenai pentingnya membangun karakter positif sejak dini.

"Yang paling penting itu anak-anak paham dulu kalau semua teman harus diperlakukan dengan baik. Jangan mengejek, jangan mengucilkan, karena hal-hal seperti itu bisa melukai perasaan teman," kata Lilis Sri Mulyati.

Dalam penyampaian materinya, Lilis mengajak para siswa membiasakan sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, peduli terhadap teman, serta membangun hubungan pertemanan yang sehat sebagai bagian dari penerapan nilai-nilai budi pekerti di lingkungan sekolah.

"Kadang anak menganggap mengejek itu hanya bercanda, padahal buat temannya bisa jadi menyakitkan. Sebelum bicara atau bertindak, coba pikirkan dulu apakah itu membuat teman senang atau justru sedih," ujarnya.

Selain menanamkan nilai budi pekerti, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk perundungan, mulai dari tindakan fisik, verbal, sosial, hingga perundungan melalui media digital, beserta dampaknya terhadap kondisi psikologis, rasa percaya diri, dan semangat belajar korban.

"Kalau ada yang melihat temannya dibully, jangan cuma diam atau ikut-ikutan. Ceritakan ke guru atau orang tua supaya bisa segera dibantu. Jangan takut untuk melapor karena itu bukan mengadu, tetapi membantu teman," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, tim UPTD Puskesmas Danau Indah juga melaksanakan penyuluhan imunisasi Human Papillomavirus (HPV) bagi siswi kelas 5 dan kelas 6 sebagai upaya pencegahan kanker leher rahim sejak dini. Para siswa begitu interaktif mengikuti kegiatan melalui penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab.

"Budi pekerti itu bukan cuma diajarkan di kelas, tapi harus dibiasakan setiap hari. Mulai dari menyapa teman, meminta maaf kalau salah, sampai mau membantu teman yang sedang kesulitan," tuturnya.

Melalui kegiatan DWP Mengajar, diharapkan para siswa mampu menerapkan nilai-nilai budi pekerti dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat, sehingga budaya saling menghormati dan saling menyayangi dapat terus tumbuh.

"Harapan kami sederhana, sepulang dari kegiatan ini anak-anak bisa lebih peduli satu sama lain. Kalau semua saling menyayangi dan saling menghargai, sekolah pasti menjadi tempat yang nyaman, aman, dan menyenangkan untuk belajar," pungkasnya.

Red